. Silahisabungan Sitolu Ina: Pulau Samosir
SELAMAT DATANG di BLOG RESMI KAMI SILAHISABUNGAN SITOLU INA DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN NYA,TERIMAKASIH...
Tampilkan postingan dengan label Pulau Samosir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pulau Samosir. Tampilkan semua postingan

25 Feb 2012

Toba,Teori bencana dan panorama luar biasa


Mereka yg pernah menikmati ke elokan Danau Toba mungkin tdk dpt membayangkan kengerian yg ditimbulkan dalam proses”penciptaan nya”
Begitu melintas dikelokan jalan mendekati parapat kota wisata dipinggir danau toba,birunya hamparan air dan panorama dinding batu perbukitan Pulau samosir yg menjadi latar langsung memesona.
Keindahan panorama danau toba tdk trjdi begitu saja Danau Vulkanik terbesar di dunia itu terbentuk dari rangkaian proses geologis dan vulkanis mahadahsyat.setidak nya ada tiga letusan gunung api besar mengiringi terbentuk nya danau toba,letusan terahir trjadi 74.000 thn silam.
Majalah SCIENCE mencatat,letusan termuda Gunung Toba merupakan peristiwa vulkanis plg bsr di bumi dlm dua juta thn terahir,Letusan nya memuntah kan 2.800 km kubik magma,yang 800km kubik diantaranya terbang ke atmosfer,menyelimuti lapisan Bumi sepanjang laut china selatan hingga Laut arab.
Adalah antropologi University of Illionis di Urbana-Champaign,Stanley Ambrose,yg pada thn 1998 memperkenalkan Teori Bencana Toba.berdasarkan teori ini,letusan Gunung Toba mengubah iklim global,akibat nya,populasi manusia berkurang drastis,Garis Evolusi yg menghubungkan manusia modern dgn primata lain terputus.Teori ini memang diperdebatkan,tetapi cukup menggambarkan kedahsyatan letusan.
Kaldera yg trbentuk dari tiga kali letusan menjadi Danau Toba,letusan terahir menyempurnakan pembentukan danau toba,dan pulau samosir,setelah letusan pertama 800.000 thn silam hanya membentuk kaldera disekitar Parapat hingga porsea dan letusan ke dua sekitar 500.000 thn lampau membentuk kaldera di daerah Haranggaol dan Silalahi.
Sekarang,bekas peristiwa vulkanik luar biasa ini hanyalah keindahan alam.kaldera besar menjadi danau dgn panjang 100km dan lebar 30km,bukit2 batu terjal yg mengelilingi danau terlihat eksotis,kecuramannya menghujam langsung ke pinggir danau. pulau samosir mirip dinding batu raksasa membentengi air danau.
Saking luar biasanya panorama ini,Pangeran Bernard dari belanda mengizinkan nama nya di pakai”menjual”Danau toba.”Juallah nama saya untuk danau ini.saya tak dapat melukiskan nya betapa indah nya Danau Toba”puji sang pangeran saat berkunjung ke toba thn 1996.
Sebelum krisis ekonomi thn 1997,Danau Toba adalah salah satu tujuan wisata utama.”Penerbangan langsung Eropa-Medan sempat ada sblm krisis,Garuda dan KLM dari eropa transit di medan sblm lanjut ke Denpasar”ujar pemilik salah satu hotel di parapat.Henry Hutabarat.
Hampir semua wilayah sekeliling danau punya panorama alam yg jadi tujuan wisata.semua terbagi dlm 7 kabupaten,yakni simalungun,Toba Samosir,Tapanuli utara,Humbang hasundutan,Dairi,karo, dan samosir,umum nya wisatawan menikmati ke elokan Danau Toba dari Parapat di simalungun,dan Tuk tuk siadong di samosir.
Dari dataran tinggi Karo di sblh utara,ke elokan danau Toba terlihat memanjang di pandang dari Sikodonkodon.namum hanya ada satu resor disini,Disisi barat,pemandangan pemandangan danau dan Pulau samosir dpt dgn sempurna disaksikan dari Tele.ada gardu pandang di ketinggian sekitar 1000 meter dari permukaan laut.
Hantaman krisis ekonomi thn 1997 membuat parawisata di danau toba meredup tak ada lagi penerbangan lgsng dr Eropa ke Medan.jumlah tusis asing menyusut drastis,sejak krisis,Tuktuk sprti kota mati
Perlahan,seiring membaik nya perekonomian dlm negeri,turis domestik menjadi penopang pariwisata Danau Toba.turis dari negara tetangga,Malaysia dan Singapura pun mkin bnyk yg dtng krna relatif lbh dekat.
Perjalanan darat ke Parapat memakan wktu 4-5 jam dari medan,trsedia bus Travel yg lngsung menuju parapat.Rute nya melewati Lubuk pakam,Tebing tinggi,dan belok ke arah Pematang siantar.sepanjang perjalanan,kita di suguhi panorama perkebunan kelapa sawit dan karet.
Apabila menggunakan kereta api,dari Medan pilih rute menuju Pematang siantar,dari sini perjalanan dilanjutkan naik bis ke parapat,waktu tempuh nya hanya 1jam.saat turis asing masih ramai berkunjung ke danau toba,dari siantar mereka naik becak bermesin sepeda motor BSA,kendaraan sisa Perang Dunia ke 2,yg kini di jadikan becak mesin.
Kita mulai menikmati suasana budaya Batak begitu sampai di Pematang siantar,warga nya berbicara dlm bahasa Batak Toba atu Batak Simalungun,Etnis Batak secara kultural menjadikan Danau Toba sebagai “Rumah”dan pusat mitologi.Orang Batak percaya,situs Batu hobon di pulau samosir dan Pusuk Buhit,bukit batu tertinggi di pulau ini.menjadi tempat nenek moyang mereka turun ke Bumi.
Tak hanya ke indahan panorama,alam yg menjadi sumber penghidupan penduduk dari sektor wisata.Air danau juga cocok untuk budidaya ikan nila.Ribuan keramba jaring apung tempat budidaya ikan nila menghidupi ribuan keluarga,Perusahaan asal Swiss memiliki 1.780 keramba ikan nila kualitas ekspor,Produksi ikan nila dari Danau Toba mencapai 50.000 ton setiap tahun,separuh diantaranya di ekspor dgn nilai hampir Rp 500 miliar.
Ternyata bencana yg hampir memusnahkan Ras manusi di Bumi ini sekarang menjadi sumber penghidupan manusia.

21 Feb 2012

Perjalanan Wisata yang Mempesona



Pusuk Buhit, demikian masyarakat Batak yang berada di Toba Samosir, Sumatera Utara, menyebutnya. Perbukitan dengan ketinggian berkisar 1.800 mdpl tersebut ditumbuhi berbagai pepohonan kecil serta pohon pinus.
Konon berdasarkan kepercayaan masyarakat Batak dari bukit inilah untuk pertama sekalinya pencipta alam semesta menampakkan diri, yang dinamakan oleh orang Batak dengan sebutan Mula Jadinabolon. Sehingga wajar kalau sampai sekarang kawasan ini masih keramat dan dijadikan salah satu kawasan tujuan wisata sejarah.
Memang membincangkan potensi wisata Toba Samosir tampaknya tidak akan pernah merasa puas, apalagi jika perjalanan itu baru pertama kalinya. Hal ini wajar karena potensi yang mereka miliki memang sangat kaya terutama soal keindahan alam. Apalagi dipadukan dengan cerita sejarah, boleh dibilang daerah ini adalah salah satu lumbung dari cerita sejarah yang bisa menemani perjalanan wisata Anda. Dari sekian banyak yang bisa dinikmati misalnya Batu Hobon, Sopo Guru Tatea Bulan, Perkampungan Siraja Batak, Pusuk Buhit, dan lainnya.Dari atas perbukitan ini, sebagai wisatawan yang baru pertama berkunjung ke sana pastilah akan tertegun sejenak. Karena selain panorama yang disajikan memang sangat indah, kita juga bisa melihat secara leluasa sebahagian besar kawasan perairan Danau Toba sekaligus Pulau Samosirnya. Selain itu dari lereng perbukitan tersebut pengunjung yang datang bisa juga menikmati panorama perkampungan yang berada di antara lembah-lembah perbukitan seperti perkampungan Sagala, Perkampungan Hutaginjang yang membentang luas.
Selain pemandangan ini, wisatawan yang pernah datang ke sana tentunya akan melihat dan mendengar gemercik aliran air terjun yang berada persis di perbukitan berdekatan dengan perkampungan Sagala. Masih dari lereng bukit yang jalannya berkelok-kelok tetapi sudah beraspal dengan lebar berkisar 4 meter, pengunjung juga bisa memperhatikan kegiatan pertanian yang dikerjakan oleh masyarakat sekitarnya. Malah yang lebih asyik lagi adalah menikmati matahari yang akan terbenam dari celah bukit dengan hutan pinusnya.
Untuk mencapai puncak bukit tersebut, pengunjung bisa menggunakan bus roda empat maupun kenderaan roda dua. Namun bus yang dipergunakan tidak bisa sampai di puncak sehingga harus berjalan kaki berkisar 500 meter dari titik akhir parkir kenderaan yang berada di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Sianjur Mula-Mula. Namun demikian sikap waspada harus tetap dipasang, karena memang jalan yang berkelok-kelok tersebut di kanan dan kirinya selalu ada jurang yang terjal. Selain itu sebelum menuju Pusuk Bukit, dari kawasan Pangururan pengunjung bisa menikmati secara utuh pemandangan bukit dengan latar depan air Danau Toba.
Sementara itu, satu paket dengan perjalan menuju ke puncak Pusuk Buhit pengunjung juga bisa menikmati apa yang disebut dengan sumur tujuh rasa.(Aek Sipitu Dai) Disebut sumur tujuh rasa karena memang sumur ini memiliki tujuh pancuran yang memiliki rasa air yang berbeda-beda. Bagi masyarakat sekitar Sumur Tujuh Rasa tersebut sehari-harinya dipergunakan sebagai sumber utama air bersih. Sehingga tidak mengherankan kalau wisatawan datang, banyak masyarakat yang menggunakan air yang berada di sana.

Sumur Tujuh Rasa sebenarnya berada di Desa Sipitudai satu kecamatan dengan perbukitan Pusuk Buhit yaitu Sianjur Mula-Mula. Kalau kita mencoba untuk merasakan ketujuh air mancur yang ada, maka dari sumber air mancur itu akan kita rasakan air yang terasa: asin, tawar, asam, kesat serta rasa yang lainnya. Sementara berdasarkan keterangan masyarakat setempat, sumber air yang mancur itu keluar dari mata air yang berada di bawah Pohon Beringin. Memang di bawah lokasi Sumut Tujuh Tersebut tumbuh besar pohon beringin yang sangat rindang dan membuat teduh sekitar lokasi sumur.

Keberadaan Sumur Tujuh Rasa ini sebenarnya sudah lama seiring dengan keberadaan masyarakat perkampungan Sipitudai. Masyarakat sekitar mempercayai kalau keberadaan sumur ini tidak terlepas dari cerita raja Batak yang berada di lokasi tersebut. Kalau cerita muncur ke belakang, maka masyarakat menyebutkan bahwa dulu diperkampungan ini ada kerajaan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mandi serta lainnya mereka mengandalkan sumber air ini.
Cerita ini mungkin ada benarnya, sebab kalau kita amati secara teliti di lokasi yang telah disekat dengan tembok beton oleh masyarakat sekitar akan kita temukan peniggalan seperti batu cucian dari batu alam, lubang-lubang untuk permainan congkak. Jadi, masyarakat yang ada memang mempercayai kalau sumur ini masih keramat dan menjadi salah satu objek yang sering dikunjungi wisatawan yang datang. Hanya satu catatan yang penting untuk lokasi ini adalah masalah penataan dan kebersihan yang memang belum memasyarakat. Tentunya kondisi ini menjadi catatan tersendiri bagi pemda dan masyarakat untuk melakukan penaaan yang lebih baik lagi.

Setelah bergerak menyusuri jalanan yang ada berkisar,maka wisatawan yang berkunjung akan menemukan satu lokasi yang keramat yang disebut lokasi Batu Hobon, Sopo Guru Tatean Bulan atau Rumah Guru Tatea Bulan serta perkampungan Siraja Batak yang lokasinya tidak berjauhan. Dan bila kita tarik garis lurus, maka posisi ketiga lokasi yang masih dianggap keramat ini persis lurus dari satu perbukitan ke perbukitan yang berada di bawahnya. Ketika berada di Sopo Guru Tatea Bulan akan ditemukan patung-patung Siraja Batak dengan keturunannya. Di rumah dengan desain khas masyarakat batak ini juga akan ditemukan patung-patung sebagai penjaga rumah seperti gajah, macan, kuda. Sementara rumah yang berdiri di atas bukit ini didesain dari kayu dan tangga dari batu tetapi atapnya tetap terbuat dari ijuk. Namun yang lebih penting lagi adalah ketika ingin masuk dan memperhatikan lebih detail lagi seluk rumah ini, maka Anda harus melepaskan sandal maupun sepatu. Secara lebih detail di Sopo Guru Tatea Bulan akan kita temukan patung-patung keturunan Siraja Batak, seperti Patung Saribu Raja sepasang dengan istrinya, Patung Limbong Mulana, Patung Sagala Raja serta Patung Silau Raja. Berdasarkan kepercayaan masyarakat Batak marga-marga yang ada sekarang ini berasal dari keturunan Siraja Batak. Selain itu keberadaan rumah ini juga telah diresmikan oleh DewanPengurus Pusat Punguan Pomparan Guru Tate Bulan tahun 1995 yang lalu. Artinya ketika kita berada di sana akan ditemukan juga penjaga yang akan menjelaskan keberadaan patung yang berada di Sopo Guru Tatea Bulan serta sejarah ringkasnya.
Sejalan dengan legenda itu, pengunjung juga akan menikmati Batu Hobo yang konon menurut cerita merupakan lokasi yang dijadikan penyimpanan harta oleh Siraja Batak. Batu ini berada perbukitan yang lebih rendah lagi dari Sopo Guru Tatea Bulan berdekatan dengan perkampungan masyarakat. berdasarkan sejarah Batu Hobon ini tidak bisa dipecahkan, tetapi kalau dipukul seperti ada ruangan di bawahnya. Namun sampai sekarang tidak bisa dibuka walaupun dilakukan dengan peledakan mortir. Selanjutnya untuk melengkapkan referensi tentang sejarah Sopo Guru Tatea Bulan, maka akan ditemukan perkampungan Siraja Batak. Lokasi perkampungan ini berada di perbukitan yang berada di atasnya dengan jarak yang tidak terlalu jauh sekali berkisar 500 meter.
Untuk kelengkapan perjalanan menuju Pusuk Buhit setidaknya harus berhenti sejenak di atas perbukitan yang berada di Desa Huta Ginjang. Mengapa? Karena dari lokasi ini akan terlihat jelas Pulau Tulas yang berdampingan dengan Pulau Samosir. Pulau Tulas itu sendiri tidak memiliki penghuni tetapi ditumbuhi dengan semak belukar dan hidup berbagai hewan liar lainnya.
Sudah lengkapkah perjalanan wisata kita! Tentulah belum, sebab untuk mengakhirinya kita harus berada di puncak Pusuk Buhit. Setidaknya untuk mendapatkan dan merasakan semilir angin sejuk di puncaknya sambil memandang panorama Danau Toba sesungguhnya. Sedangkan untuk menghilangkan keletihan dan mengambil semangat baru, pengunjung bisa menikmati air hangat setelah turun persis berada di kakai Pusuk Buhit bernama pemandian Aek Rangat yang berada di Desa Sihobung Hobungi. Setidaknya rasa lelah dan semangat baru kembali datang.

Horas.....!!!