. Silahisabungan Sitolu Ina: tolping
SELAMAT DATANG di BLOG RESMI KAMI SILAHISABUNGAN SITOLU INA DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN NYA,TERIMAKASIH...
Tampilkan postingan dengan label tolping. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tolping. Tampilkan semua postingan

23 Okt 2012

Raja Silahisabungan

Ompu Raja Silahisabungan
Putera ketiga Raja Sorbadibanua
Seorang pemberani, bijaksana, penuh pengetahuan
Itulah Ompu Silahisabungan

Engkau, gagah perkasa
Pada zamanmu anak raja
Kucari jejakmu senantiasa
Kerenungkan engkau sepanjang masa

Ompu Raja Silahisabungan
Seorang raja penuh kesabaran
Pemangku adat, hukum dan kebenaran
Seorang lihai, penuh ketenaran

Datanglah suatu peristiwa
Sibagotnipohan punya pesta
Ditugaskanlah adiknya bertiga
Sipaettua, Silahisabungan dan Sirajaoloan
Mencari bahan-bahan persiapan

Sebelum mereka bertiga datang
Pesta sudah dilaksanakan
Maka bertanyalah Silahisabungan
Apakah yang terjadi gerangan

Pertanyaan diajukan
Mengapa pesta sudah dilakukan
Pada saat adinda dalam perjalanan
Jelas bahwa Sibagotnipohan merusak persaudaraan

Semenjak itu, mereka bertigapun berunding
Memikirkan keadaan yang meruncing
Mencari jalan yang licin
Merupakan sebagai keputusan pemimpin

Sibagotnipohan harus ditinggalkan
Perpisahan yang telah diajukan
Dengan batas-batas tempat dan negeri yang ditujukan
Bahkan dengan batas asap api yang tak kelihatan

Berangkatlah mereka bertiga sekawan
Dengan Silahisabungan sebagai pemimpin
Di Laguboti Sipaettua terpaksa ditinggalkan
Silahisabungan dan Sirajaoloan meneruskan perjalanan

Sampailah mereka di Lontung, pulau Samosir, pulau dewata
Diadakanlah suatu ikrar, harus hidup bersama
Datanglah suatu takdir, apa mau dikata
Karena Sirajaoloan, bercita-cita terus ke Bakkara

Bunyi ikrar, semua keturunan, agar hidup bahagia
Bantu membantu mencapai hidup yang jaya
Saling mendoakan kepada Tuhan, supaya sejahtera
Semoga makmur, aman dan sentosa

Tinggallah Silahisabungan di Tolping
Di suatu daerah yang aman dan bertebing
Dari situ dia dengan mudah ia memancing
Di tepi danau yang indah sekitar gunung berkeliling

Berangkatlah Silahisabungan ke Pangururan dan negeri Tamba
Berkenalanlah ia dengan seorang seorang jaka bernama Tambatua
Terjadilah suatu peristiwa yang sangat luar biasa
Sesudah melihat seorang gadis yang jelita

Pinta Haomasan seorang gadis yang cantik dan jelita
Puteri dari seorang Raja Nabolon yang kaya
Dipersunting oleh Silahisabungan perjaka
Dengan bantuan yang diberi oleh Tambatua

Arkian, lahirlah dari Pinta Haomasan, putera pertama
Seorang pria, yang dinamakan Silalahi Raja
Lama kemudian, pergilah Silahisabungan ke Sibisa
Dipersuntinglah Miling-iling puteri Raja Mangarerak, dan lahirlah seorang pria Siraja Tambun

Siraja Tambun dibawa oleh Silahisabungan
Menuju Tolping kembali dari perantauan
Bertanyalah ibusuri sungguh setiawan
Apakah oleh-oleh dari raja cendiakiawan

Silahisabungan membawa sejahtera
Siraja Tambun seorang putera
Pinta Haomasan sangat bergembira
Menerima oleh-oleh dari Sibisa

Alkisah, Silalahi Raja, Siraja Tambun, menjadi dewasa
Siraja Tambun berencana pergi ke Sibisa
Meninggalkan ibusuri, Silahisabungan dan Silalahi Raja
Maka sedihlah ibusuri penuh rasa

Ibusuri menangis, menantikan perpisahan
Diadakan perjanjian tona putera berdua, yang harus dilaksanakan
Satu perasaan, satu pikiran, tolong menolong seperasaan
Turun temurun tanpa akhir, tak berkesudahan

Sebelum Silahisabungan, pergi ke Sibisa
Pergilah ia ke negeri Paropo, arah manabia
Dipersuntinglah Pinggan Matio puteri Raja Pakpak
Seorang raja kaya

Lahirlah Sihaloho, Situngkir, Sirumasondi, Sinabutar, Sidabariba
Sidebang dan Pintu Batu, tujuh bersaudara
Bertambahlah keturunan dan jumlah marga-marga
Gomparan dari Silahisabungan yang jaya

Kini keturunan berada di mana-mana
Sebahagian besar berada di Sumatera
Sebahagian tersebar di pulau-pulau Nusantara
Bahkan sudah ada di seantero dunia

Majulah, berkembanglah, suburlah keturunanmu
Jadilah, berperananlah, makmurlah gomparanmu
Agar tercapailah semua keinginanmu
Dan tercapailah semua cita-citamu

Kurenungkan, Ompu Raja Silahisabungan
Seorang pemberani, bijaksana penuh pengetahuan
Kucari jejakmu di kenyataan dan impian
Kurenungkan, Ompu Silahisabungan

Kuberdoa kepada Allah Bapa
Kuminta kepada Tuhan Yang Maha Esa
Kuminta kepada Tuhan Maha Pencipta
Berkatilah kami semuanya
Berikanlah rahmatMu kepada

Gomparan Silahisabungan keseluruhannya 

24 Feb 2012

Silsilah Silahisabungan


Silahisabungan memiliki istri :
     1. Pintahaomasan boru baso bolon
     2. Pinggan matio boru Padang batanghari
     3. Milingiling boru Mangarerak

Silahisabungan memiliki anak :
Dari Pintahaomasan boru baso bolon :
     1. Silahi Raja ( Silalahi)

Dari Pinggan Matio boru Padang Batanghari:
     1. Loho Raja ( Sihaloho)
     2. Tungkir Raja ( Situngkir)
     3. Sondi Raja (Rumasondi)
     4. Butar Raja (Sinabutar)
     5. Bariba Raja (Sidabariba)
     6. Debang Raja (Sidebang)
     7. Batu Raja (Pintu Batu)

Silahisabungan Dari Milingiling boru Mangarerak
     1. Raja Tambun (Tambunan)

Dengan berjalannya waktu keturunan Silahiabungan pun semakin bertambah yakni:

I. Silahi Raja (Silalahi) memperanakkan:

     1. Siraja Tolping
     2. Bursok Raja
     3. Raja Bunga-bunga

Ketiga anak diatas tetap memakai marga Bapaknya yakni SILALAHI, dan ketika di angkat TUAN SIHUBIL pun Raja Bunga-bunga menjadi anaknya, TUAN SIHUBIL tetap bijaksana dengan tidak menghilangkan asal-usul dari Raja bunga-bunga dgn tetap memakai marga Bapaknya SILALAHI, namun karna di culik dari Parmahanan dipanggillah dia SILALAHI PARMAHAN. Dan tidak ada lagi marga cabang dari SILALAHI.

II. SIHALOHO memperanakkan:
    1. Sinaborno
    2. Sinapuran
    3. Sinapitu
Ketiga anak ini masih memakai marga Bapaknya yakni SIHALOHO namun sudah ada yg memakai marga SINABORNO, SINAPURAN, SINAPITU,

III. SITUNGKIR memperanakkan:
    1. Sibagasan
    2. Sipakpahan
    3. Sipangkar 
Ketiga anak ini masih memakai marga Bapaknya, namun sudah ada yg memakai marga SIPANGKAR

IV. RUMASONDI memperanakkan:
    1. Rumasingap
    2. Rumabolon Kedua anak ini masih menurunkan marga-marga yg lain seperti, Dolok Saribu, Nadapdap, Naiborhu, Sinurat

V. SINABUTAR memperanakkan:

    1. Rumabolon
    2. Ambuyak
    3. Rumatungkup
Ketiga anak ini sebagian masih memakai marga bapaknya, namun sudah ada yang memakai marga Ambuyak


VI.SIDABARIBA memperanakkan:
    1.Lumban Tonga
    2.Lumban Dolok
    3.Lumban Toruan
Ketiga anak ini Memakai Marga Bapaknya Yaitu Sidabariba

V.SIDEBANG Memperanakkan:
    1.Parsidug
    2.Siari
    3.Sitaon
Ketiga anak ini memakai marga Bapaknya yaitu Sidebang.


VII.PINTU BATU Memperanakkan:
    1.Hutabalian
    2.Lumbanpea
    3.Sigiro
Ketiga anak ini memakai marga Pintu batu namun masih membentuk marga baru yaitu Sigiro.

IX.RAJA TAMBUN Memperanakkan:
   1.Tambun Mulia
   2.Tambun Saribu
   3.Tambun Marbun
ketiga Anak ini tetap konsisten memakai marga Bapak nya,yaitu Tambun dan Tambunan.

19 Feb 2012

Terjadinya Padan Silalahi dengan Tampubolon


Kemarau panjang di huta Balige Raja sudah diambang batas hingga membuat rumput dan tumbuh-tumbuhan menjadi kering dan ternakpun banyak yang mati, hal itu sangat meresahkan Sibagot nipohan yang menjadi pewaris tahta dari Tuan Sorbadibanua.
Mengingat sepanjang pemerintahan ayahnya Tuan Sorbanibanua, hal ini belum pernah terjadi hingga membuatnya cemas dan bertanya kepada orang pintar.
Singkat cerita setelah di lakukan ritual kepada Mulajadi Nabolon, tirai misteripun terungkap bahwa semua itu terjadi karena ulah Sibagot nipohan yang membuat kesalahan hingga adek-adeknya Sipaettua , Silahisabungan dan Sirajaoloan sakit hati hingga pergi meninggalkan huta Balige Raja.
Adapun satu-satunya syarat agar kemarau panjang bisa berakhir menurut petunjuk orang pintar tersebut, Sibagot nipohan harus mengumpulkan adek-adeknya untuk minta maaf dan berdamai.
Hal itupun tidak disia-siakan Sibagotnipohan dan segera menyuruh anaknya Tuan Sihubil dan ditemani pengawalnya.
Huta Laguboti menjadi persinggahan pertama mereka utk menemui Sipaettua, setelah Tuan sihubil menceritakan keadaan di Balige Raja Sipaettuapun bersedih dan menyanggupi untuk datang segera. Selanjutnya Tuan Sihubil berangkat ke Bakkara menemui Sirajaoloan dan menceritakan kejadian yang menyedihkan itu hingga Siraja oloanpun siap untuk datang sesuai dengan hari yang ditetapkan.
Perjalanan jauhpun terbentang dihadapan Tuan Sihubil untuk menuju Huta Tolping Samosir tempat tinggal Silahisabungan yang belum tentu juga ada disitu, karena Silahisabungan sering mardua huta ke Paropo tempat istri ke duanya dan ke huta lain untuk mengobati.
Namun hari yang baik juga yang menyertai Tuan Sihubil hingga mereka bertemu di Tolping dan menyampaikan pesan ayahnya untuk datang ke huta Balige Raja serta menceritakan seluruh kejadian yang terjadi Huta Balige Raja, mendengar penjelasan keponakannya yakni Tuan Sihubil hatinyapun miris, namun karena janjinya “Tidak akan mau melihat asap dapur dari abangnya Sibagotnipohan” diapun dengan berat hati menolak ajakan Tuan Sihubil.
Berbagai cara dilakukan Tuan Sihubil untuk mengajak bapa udanya Silahisabungan, namun sedikit pun hati Silahisabungan tidak tergerak membuat Tuan Suhubil merasa putus asa dan ingin pulang dengan tangan hampa.
Namun kembali terbayang derita yang dialami seluruh penghuni kampungnya dan wajah ayahnya Sibagotnipohan yang sudah mulai tua hingga dia tetap bertahan di Tolping dan berusaha membujuk Silahisabungan.
Sebagai seorang panglima yg ditugaskan yang tentu sudah berpengalaman, Tuan Sihubilpun tidak habis akal, dia berpikir kekerasan hati Silahisabungan sepertinya tidak dapat diluluhkan dengan cara bujukan, berarti harus dilakukan dengan paksa yakni dengan cara menculik cucunya anak dari Silalahi Raja yang kebetulan sedang marmahan (mengembala).
Missipun segera dilakukan dan menangkap ke tiga anak dari Silalahi Raja yakni Raja Tolping, Bursok Raja dan Raja bunga-bunga yg paling kecil.
Si Raja Tolping yg paling besar meronta dan berhasil melarikan diri, begitu juga Si Bursok Raja terus meronta disepanjang perjalanan hingga membuat solu yang dikendarai Tuan Sihubil tidak stabil hingga diputuskan untuk dilepas saat melewati Tano Ponggol Pangururan.
Tinggal Rajabunga-bunga yg paling kecil akhirnya dibawa Tuan Sihubil hingga ke Balige Raja.
Mendengar cucunya diculik oleh Tuan Sihubil, Silahisabunganpun geram dan segera mengajak anaknya Silalahi Raja untuk mengayuh solunya mengejar Tuan Sihubil
Namun selang waktu yang begitu jauh membuat Tuan Sihubil lebih dulu tiba di Balige Raja dan membawa Raja Bunga-bunga ke hadapan ayahnya Sibagotnipohan.
Sibagotnipohanpun heran melihat anak tersebut dan menanyakan anak siapa ini,
Tuan Sihubil segera menceritakan semuanya dan tentang penolakan Silahisabungan untuk datang ke Balige Raja hingga berinisiatif menculik cucunya untuk memancing kedatangannya.
Belum sempat memberikan sanggahan tiba-tiba langit mendung dan guruh menggelegar serta halilintar sambar-menyambar dan hujanpun segera turun dengan lebat, melihat situasi itu Sibagotnipohan sudah tau bahwa Silahisabungan sudah tiba di Balige Raja
Singkat cerita Silahisabunganpun meminta pertanggung jawaban atas ulah Tuan Sihubil yang menculik cucunya yang tidak tau asal muasal pertentangan diantara mereka, namun dengan permohonan maaf dari Sibagotnipohan dan bujukan dari Sipaettua dan Siraja oloan hatinyapun terobati.
Dengan kehadiran adek-adeknya hingga hujanpun turun di Balige Raja Sibagotnipohanpun mengadakan pesta besar dan mengundang seluruh penghuni kampung untuk merayakan kejadian itu.
Mengingat suasana yg berbahagia itu dan untuk mengikat tali persaudaraan diantara mereka Tuan Sihubil yang sudah menculik Raja Bunga-bunga mengusulkan untuk mengangkatnya jadi anak dan menjadi adik dari Tampubolon anaknya, yang memang kalau dirunut dari silsilah mereka satu generasi.
Hal itupun disetujui kedua belah pihak dan dibuatlah padan diantara Raja Bunga-bunga Silalahi dengan Tampubolon yakni sisada lulu anak sisada lulu boru, Tampubolonlah Dahahang doli, Silalahilah Anggi doli kelak sampai selama-lamanya.
Tuan Sihubilpun memeluk Silalahi Raja dengan berkata anakmu sudah menjadi anakku yang berarti anakku juga menjadi anakmu hal itu juga menjadikan seluruh anak Silalahi Raja menjadi terikat padan oleh karena adiknya Si raja bunga-bunga.
Oleh karena Siraja Bunga-bunga silalahi sudah menjadi anak Tuan Sihubil dan mengingat sejarahnya diculik dari parmahanan maka Tuan Sihubil menyebutnya Raja bunga-bunga Silalahi Parmahan yang sekarang keturunannya berbonapasogit di Balige dan diberikan tanah warisan yang disebut Huta Silalahi sampai sekarang.
Demikianlah sampai saat ini Silalahi maupun Tampubolon mematuhi padan itu dan tidak pernah saling mengawini.