. Silahisabungan Sitolu Ina: siraja bunga bunga
SELAMAT DATANG di BLOG RESMI KAMI SILAHISABUNGAN SITOLU INA DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN NYA,TERIMAKASIH...
Tampilkan postingan dengan label siraja bunga bunga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label siraja bunga bunga. Tampilkan semua postingan

24 Feb 2012

Silsilah Silahisabungan


Silahisabungan memiliki istri :
     1. Pintahaomasan boru baso bolon
     2. Pinggan matio boru Padang batanghari
     3. Milingiling boru Mangarerak

Silahisabungan memiliki anak :
Dari Pintahaomasan boru baso bolon :
     1. Silahi Raja ( Silalahi)

Dari Pinggan Matio boru Padang Batanghari:
     1. Loho Raja ( Sihaloho)
     2. Tungkir Raja ( Situngkir)
     3. Sondi Raja (Rumasondi)
     4. Butar Raja (Sinabutar)
     5. Bariba Raja (Sidabariba)
     6. Debang Raja (Sidebang)
     7. Batu Raja (Pintu Batu)

Silahisabungan Dari Milingiling boru Mangarerak
     1. Raja Tambun (Tambunan)

Dengan berjalannya waktu keturunan Silahiabungan pun semakin bertambah yakni:

I. Silahi Raja (Silalahi) memperanakkan:

     1. Siraja Tolping
     2. Bursok Raja
     3. Raja Bunga-bunga

Ketiga anak diatas tetap memakai marga Bapaknya yakni SILALAHI, dan ketika di angkat TUAN SIHUBIL pun Raja Bunga-bunga menjadi anaknya, TUAN SIHUBIL tetap bijaksana dengan tidak menghilangkan asal-usul dari Raja bunga-bunga dgn tetap memakai marga Bapaknya SILALAHI, namun karna di culik dari Parmahanan dipanggillah dia SILALAHI PARMAHAN. Dan tidak ada lagi marga cabang dari SILALAHI.

II. SIHALOHO memperanakkan:
    1. Sinaborno
    2. Sinapuran
    3. Sinapitu
Ketiga anak ini masih memakai marga Bapaknya yakni SIHALOHO namun sudah ada yg memakai marga SINABORNO, SINAPURAN, SINAPITU,

III. SITUNGKIR memperanakkan:
    1. Sibagasan
    2. Sipakpahan
    3. Sipangkar 
Ketiga anak ini masih memakai marga Bapaknya, namun sudah ada yg memakai marga SIPANGKAR

IV. RUMASONDI memperanakkan:
    1. Rumasingap
    2. Rumabolon Kedua anak ini masih menurunkan marga-marga yg lain seperti, Dolok Saribu, Nadapdap, Naiborhu, Sinurat

V. SINABUTAR memperanakkan:

    1. Rumabolon
    2. Ambuyak
    3. Rumatungkup
Ketiga anak ini sebagian masih memakai marga bapaknya, namun sudah ada yang memakai marga Ambuyak


VI.SIDABARIBA memperanakkan:
    1.Lumban Tonga
    2.Lumban Dolok
    3.Lumban Toruan
Ketiga anak ini Memakai Marga Bapaknya Yaitu Sidabariba

V.SIDEBANG Memperanakkan:
    1.Parsidug
    2.Siari
    3.Sitaon
Ketiga anak ini memakai marga Bapaknya yaitu Sidebang.


VII.PINTU BATU Memperanakkan:
    1.Hutabalian
    2.Lumbanpea
    3.Sigiro
Ketiga anak ini memakai marga Pintu batu namun masih membentuk marga baru yaitu Sigiro.

IX.RAJA TAMBUN Memperanakkan:
   1.Tambun Mulia
   2.Tambun Saribu
   3.Tambun Marbun
ketiga Anak ini tetap konsisten memakai marga Bapak nya,yaitu Tambun dan Tambunan.

17 Feb 2012

Kronologis dan manuver Pomparan 7 Turpuk(Silalahi Nabolak)

Kronologis dan manuver Pomparan si 7 turpuk:
Pomparan Raja Parmahan Silalahi anak dari Silalahi Raja semenjak diangkat Tuan Sihubil menjadi anaknya dan diberikan tanah wilayat yakni Huta Silalahi tidak pernah lagi membuat marga baru di Balige yg ada hanya Silalahi.
beberapa generasi berikutnya datanglah pendatang baru dari Paropo dan berbagai tempat termasuk dari turunan si 7 turpuk, oleh karena sesama pomparan Silahisabungan maka marga Silalahi yg di Balige memberikan tempat terpisah untuk menjaga keaslian Silalahi, maka dibuatlah tempatnya BAGAS HUTA (kampung terpencil utk pendatang si 7 turpuk)
dalam era yg begitu panjang hingga thn 1968 pomparan si 7 turpuk sudah banyak bermukim di Balige bahkan melebihi dari marga Silalahi itu sendiri (maklum karena datang dari berbagai sub marga Sihaloho, Sigiro,Sidebang, Sinabutar, dll)
pada era itu semua marga tersebut masih memakai marga masing-masing dan saling menghormati.
tiba pada thn 1968 saat rencana pembangunan Tugu Silahisabungan di Paropo, para pomparan si 7 turpuk yg di Paropo tidak mencantumkan Silalahi Raja sebagai anak dari Silahisabungan dan mengatakan Silalahi itu tidak ada, maka di tugu itupun tdk tercantum Silalahi sampai sekarang, oleh karena ulah pomparan si 7 turpuk tersebut maka Pomparan Silalahi Raja dan pomparan Si Raja Tambun protes dan menunjukkan keaslian tarombo yg mereka ikuti sepanjang sejarah Silahisabungan, namun pomparan si 7 turpuk tidak mengindahkannya yg akhirnya seluruh Pomparan Silalahi Raja dan Si Raja Tambun tidak ikut dalam pembangunan Tugu itu.
untuk melegalkan versi tarombo yg baru thn 1968 maka pomparan Pitu Turpuk yang telah beberapa generasi merantau ke Balige dianjurkan untuk mendeklarasikan dirinya sebagai Raja Parmahan Silalahi, semuanya tanpa terkecuali. Pitu Turpuk yang merantau ke Balige itu banyak terdiri dari marga Sihaloho, Sidebang, Sigiro dan Sinabutar. Ke-4 marga ini pun sesuai anjuran Mubes Tarombo di Paropo tahun 1968 mendirikan PAGUYUBAN RAJA PARMAHAN di Balige, bersatu dalam satu payung, persatuan ke-4 marga yang menamakan dirinya Silalahi Parmahan ini tentunya menggencet keberadaan satu marga, yaitu Silalahi parmahan yang asli.
Dengan inisiasi PAGUYUBAN RAJA PARMAHAN (persatuan dari ke-4 marga melebur menjadi satu marga Silalahi) didirikanlah Tugu Raja Parmahan di Balige. Namun tugu ini pun controversial, terbengkalai dan tertunda terus peresmiannya walaupun akhirnya diresmikan baru2 ini. Tugu itu tidak didirkan di kampung asli Silalahi Parmahan, namun didirkan dikampung pendatang yang mengaku Silalahi Parmahan (ke-4 marga tersebut diatas, yaitu Paguyuban). Dikarenakan Raja Parmahan versi Paropo tersebut adalah berupa PAGUYUBAN 4 marga ; Sihaloho, Sidebang(Sinabang), Sigiro(Sinagiro), Sinabutar, maka sudah pasti SUARA dari PAGUYUBAN ini lebih terdengar diabanding Silalahi parmahan yang asli, dan malah kecenderungannya Silalahi parmahan yang asli (di Balige) dewasa ini (karena tekanan social adapt dan sebagainya) cenderung memilih berdamai saja (berbaur) dengan Paguyuban ini, dikarenakan mereka lebih banyak dan pesta mereka selalu lebih ramai. Namun tidak semuanya seperti itu, masih ada keturunan Silalahi parmahan asli yang SADAR bahwa dia adalah Silalahi (Silalahi Raja).
tidak hanya dari pomparan Raja Parmahan mereka hancurkan, juga tarombo dari Siraja Tambun yg jelas Dolok Saribu, Sinurat,nadapdap, Naiborhu adalah dari Tambun Saribu makanya mereka banyak kawin dgn Tampubolon, dan tugu dari Sinurat ada di Sibisa.
coba kita pikirkan dgn nurani :
JIka Sinurat, Sigiro, Dolok Saribu,nadapdap adalah pomparan Raja Parmahan Silalahi tidak mungkin bisa saling mengawini karena ada PADAN yg tak bisa di langgar.
Umpasa yg mengatakan lebih kuat ikatan PADAN dari pada ikatan dongan tubu.
inilah kontroversi yg terjadi di pomparan Silahisabungan.
Biarlah TUHAN yg menjadi HAKIM AGUNG diantara kami Pomparan SILAHISABUNGAN,Amin..
HORAS……

Menyikapi kesalahan Tarombo Raja Bunga bunga(SILALAHI PARMAHAN di Balige) versi Sihaloho yang disusun thn 1968)

KESALAHAN yang dimaksudkan disini adalah adanya ketidak-sinkronan antara ; NAMA TOKOH, SETTING/GENERASI (TEMPAT DAN WAKTU).
Kenapa dikatakan cacat TAROMBO VERSI SIHALOHO CS (TAHUN 1968) ?, karena tarombo (silsilah serta riwayat) ini disusun oleh kelompok marga SIHALOHO pada tahun 1968. Tarombo ini didoktrin sejak tahun 1968, di media, di monumen (Tugu) bahkan sampai disebarkan ke perantauan. Dan tahun 1968 itu menjadi momentum perpecahan di tubuh keturunan SILAHISABUNGAN. Apa saja bentuk perpecahan itu ?
1. Adanya usaha sistematis untuk menghilangkan SILALAHI RAJA (marga SILALAHI) sebagai anak SILAHISABUNGAN (anak panggoaran)
2. Adanya usaha sistematis menghancurkan silsilah marga SILALAHI dengan mempengaruhi SILALAHI RAJA BUNGABUNGA (anak ke-3 SILALAHI RAJA yang tinggal di Balige)
3. Adanya usaha sistematis menghancurkan riwayat dan silsilah RAJA TAMBUN dengan membelokkan keturunan TAMBUN SARIBU (DOLOKSARIBU, NADAPDAP, SINURAT) menjadi keturunan RUMASONDI.
Mari kita lihat KISAH SILALAHI RAJA BUNGABUNGA(SILALAHI RAJA PARMAHAN) menurut TAROMBO 1968 (SIHALOHO Cs) :
Dalam kisahnya dikatakan bahwa yang diculik oleh Tuan SIhubil (ayahnya Tampubolon) adalah :
1. TOGU RAJA SIHALOHO, diceritakan bahwa Ia berhasil kabur saat diculik
2. BURSOK SIDEBANG, diceritakan bahwa Ia berhasil kabur saat diculik
3. RAJA BUNGABUNGA SONDIRAJA, berhasil dibawa ke Balige, dan dikatakan marga Sihaloho bahwa inilah cikal bakal marga Silalahi, kita tau ini kurang masuk akal, nanti akan kita bahas.
sekarang mari kita lihat Tarombo Resmi dari Punguan SIHALOHO RAJA :
LOHO RAJA, memiliki anak 2
1. Borno Raja
2. Napuran Raja
III.(a) BORNO RAJA
1. Raja Dapotan
2. Raja Pande Bulan
3. Raja Gunggungan
III.(b) Puran Raja
1. Raja Hot
2. Anggi Raja
IV. Raja Dapotan
1. Bonar Raja
2. Baba Raja
3. Homba Raja
4. Tugan Raja
5. Boru (?)
V. Baba Raja
1. Sinaborno
2. Sinapuran
3. Sinapitu
VI.(a) Sinaborno
1. Oppu Junjungan Tua (Parlombu)
2. Oppu Sodungdungan (Parhambing)
PERTANYAAN KRITIS : Dimanakah ada nama TOGU RAJA SIHALOHO di dalam TAROMBO SIHALOHO diatas ? tidak ada kan ? jadi siapakah TOGU RAJA SIHALOHO ini yang dikatakan diculik oleh TUAN SIHUBIL, apakah TUAN SIHUBIL menculik hantu ?
Sekarang mari kita lihat TAROMBO RESMI MARGA SIDEBANG :
DEBANG RAJA, memiliki 3 anak
1. ARI
2. TAON
3. SIDUNG
PERTANYAAN KRITIS : manakah diantara anaknya itu yang bernama BURSOK SIDEBANG ? tidak ada kan ? apakah dia hantu ?
Sekarang mari kita lihat generasi keberapakah RAJA BUNGABUNGA SONDIRAJA menurut versi tarombo manipulasi 1968.
(1)SORBADIBANUA > (2)SILAHISABUNGAN > (3)SONDIRAJA > (4)RUMASONDI > (5)RAJA BUNGABUNGA , dapat dilihat bahwa RAJA BUNGABUNGA adalah generasi ke-5 setelah SORBADIBANUA.
Lalu mari kita lihat TAROMBO TAMPUBOLON
(1)SORBADIBANUA > (2)SIBAGOT NIPOHAN >(3)TUAN SIHUBIL >(4) TAMPUBOLON
Kita sepakat bahwa TAMPUBOLON dan SILALAHI adalah PADAN HAHA-ANGGI, karena dipadankan oleh TUAN SIHUBIL. PERTANYAAN KRITIS : “APAKAH MUNGKIN GENERASI KE-5 DIPADANKAN DENGAN GENERASI KE-4 ? ini jelas tidak mungkin, karena TUAN SIHUBIL pasti tau adat.
LALU, MUNCUL PERTANYAAN “KALAU BENAR SEMUA ITU ADALAH MANIPULASI 1968, LALU MANA TAROMBO YANG LEBIH MASUK AKAL ?? KITA TIDAK MENGATAKAN DISINI MANA YANG BENAR MANA YANG SALAH, NAMUN YANG JADI PERTIMABANGAN KITA ADALAH “LEBIH MASUK AKAL”.
MARI KITA LIHAT TAROMBO SILALAHI RAJA (MARGA SILALAHI) BERIKUT INI :
Yang diculik oleh TUAN SIHUBIL adalah :
SILAHISABUNGAN memiliki anak dari istrinya yang di TOLPING, SAMOSIR, anaknya ada 1, yaitu SILALAHI RAJA, lalu SILALAHI RAJA ini memiliki 3 anak :
1. RAJA TOLPING SILALAHI
2. BURSOK RAJA SILALAHI
3. RAJA BUNGABUNGA SILALAHI
Mereka bertiga diculik dari pinggir Tao Tolping oleh Tuan Sihubil namun RAJA TOLPING SILALAHI dan BURSOK RAJA SILALAHI berhasil meloloskan diri.
Jadi jika kita hitung dari SORBADIBANUA, silsilah RAJA BUNGABUNGA SILALAHI adalah sebagai berikut :
(1)SORBADIBANUA > (2)SILAHISABUNGAN >(3) SILALAHI RAJA > (4) RAJA BUNGABUNGA SILALAHI
Lalu, lihat Tarombo TAMPUBOLON yang telah ditulis diatas :
(1)SORBADIBANUA > (2)SIBAGOT NIPOHAN >(3)TUAN SIHUBIL >(4) TAMPUBOLON
Singkat kata “MARILAH KITA BERPIKIR SEHAT, JERNIH dan BERANI MEROBAH SUDUT PANDANG DARI LAWAN BICARA WALAU HANYA SEJENAK, JANGAN SEPERTI KACAMATA KUDA”.
Maukah saudara-saudara tetap menjadi pengagum TAROMBO SILAHISABUNGAN versi SIHALOHO yang sudah jelas banyak kesalahan dalam ; NAMA TOKOH, SETTING/GENERASI (TEMPAT DAN WAKTU), dsb. Mau ?
Tambahan:
Nama siapakah yg dipakai keturunannya sebagai marga Silalahi ?
1.nama Silahisabungan ?
2.nama anaknya ?
3.nama cucunya ?
4.nama cicitnya ?
kalau jawabannya no 1 nama Silahisabungan dipakai sebagai marga Silalahi ,kenapa keturunan Raja Tambun tidak memakai marga Silalahi?,jelas jawaban ini salah,jadi Silahsabungan tidak sama dgn Silalahi,dan anggidoli Raja Tambun menyatakan bahwa Silalahi adalah hahadolinya bukan bapaknya,bapak Raja Tambun adalah Silahisabungan
kalau jawabannya no2….maka anaknya yg mana?
versi 7T,anak Silahisabungan ada 8…tidak ada anak Silahisabungan yg bernama Silalahi….jd dapat dari mana marga Silalahi yg dipakai 7T sementara Raja Tambun menyatakan menyatakan Silalahi adalah hahadolinya,jelas versi ini salah,kalau ada yg kembali menyatakan Silalahinya dari Silahisabungan,maka kembali ke evaluasi jawaban no 1,jadi tetap salah…..
versi Silalahi (Raja)bahwa anak Silahisabungan ada 9,salah satunya Silalahi Raja…..dan dari namanya keturunannya memakai marga Silalahi,dan bila dihubungkan dgn kalimat “hahadoli Silalahi anggidoli Raja Tambun,pas karena mereka 1 level generasi,sama2 anak Silahisabungan,sehingga sangat aneh kalo 7T mengaku marganya Silalahi karena 7T bukanlah turunan dari Silalahi Raja….
kalau jawabannya no 3 cucunya yg mana ? ada yg menyatakan Raja Parmahan Silalahi (versi tumaras)…..dari mana Raja Parmahan versi tumaras sementara tidak ada leluhurnya yg bernama Silalahi…..juga sangat aneh “bptuanya & bpudanya (7T)” memakai marga Silalahi dari “anaknya” si Raja Parmahan sementara bpudanya Raja Tambun tdk memakai Silalahi,pdhal dari garis silsilah jaraknya sama dgn bptua & bpudanya yg dari 7T,juga tidak pas dgn kalimat hahadoli Silalahi anggidoli si Raja Tambun,kok Raja Tambun memanggil hahadoli kepada anaknya.jadi jawaban ini salah…..
kalau jawaban no 4,cicitnya yg mana ? ada yg menyatakan Raja Parmahan Silalahi (versi tugu Raja parmahan Balige)…..dari mana Raja Parmahan versi tumaras sementara tidak ada leluhurnya yg bernama Silalahi…..juga sangat aneh “oppung2nya (7T)” memakai marga Silalahi dari “pahoppunya” si Raja Parmahan sementara oppungnya Raja Tambun tdk memakai Silalahi…..pdhal dari garis silsilah jaraknya sama dgn oppung2nya yg dari 7T……..juga tidak pas dgn kalimat hahadoli Silalahi anggidoli si Raja Tambun……koq Raja Tambun memanggil hahadoli kepada pahoppunya…..>>>>> jadi jawaban ini salah…..
Jadi yang benar nama yang dipakai keturunannya sebagai marga Silalahi adalah nama anak Silahisabungan yang bernama Silalahi Raja.
“Jadi bila ada 7T / 7 Turpuk (yang turunannya bermarga Sihaloho, Situngkir, Sipakkar, Sondi Raja, Rumasondi, Rumasingap, Sinabutar/Sidabutar, Sinabariba/Sidabariba, Sinabang/Sidebang, Pintu Batu, Sigiro)yang menyatakan marganya Silalahi, Silalahi Sihaloho, Silalahi Situngkir, Silalahi Sipakkar, Silalahi Sondi Raja, Silalahi Rumasondi, Silalahi Rumasingap, Silalahi Sinabutar/Sidabutar, Silalahi Sinabariba/Sidabariba, Silalahi Sinabang/Sidebang, Silalahi Pintu Batu, Silalahi Sigiro, ini semua adalah Silalahi palsu.